Danmanusia membutuhkan kehadiran agama untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk dapat menjelaskan perlunya manusia terhadap agama sebagai kebutuhan. Terdapat empat factor yang menyebabkan manusia memerlukan agama, yaitu : 1. Kondisi Manusia Kondisi manusia tediri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani. Apakahdoktrin akhir zaman hanya dimiliki agama Kristen saja? Tidak, agama-agama non-Kristen pun mengakui dan percaya bahwa akhir zaman itu ada. Namun, masing-masing agama memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang kapan terjadinya, bagaimana terjadinya, bagaimana keadaan manusia setelah itu, dan seterusnya. Doktrinagama berarti kepercayaan yang dipegang oleh sebuah agama. Doktrin keagamaan, yang dipikirkan secara matang didasarkan pada bukti-bukti selain doktrin itu sendiri dan akhirnya kepada iman. Doktrin banyak ditemukan dalam banyak agama, dimana mereka dianggap sebagai prinsip utama yag harus dijunjung oleh semua umat agama tersebut. manusiadan kebutuhan doktrin agama Manusia sebagai makhluk paling sempurna di antara makhluk-makhluk lain mampu mewujudkan segala keinginan dan kebutuhannya dengan kekuatan akal yang dimilikinya. Namun di samping itu manusia juga mempunyai kecenderungan untuk mencari sesuatu yang mampu menjawab segala pertanyaan yang ada dalam benaknya. AgamaDan Tantangan | 84 Kebenaran hanya dapat dicapai melalui proses , dan manusia tak akan pernah memperoleh kebenaran itu secara sempurna, tanpa usaha yang sungguh-sungguh. Pencarian yang sungguh-sungguh tentang kebenaran, merupakan sikap yang dituntut oleh ajaran Islam. Modernisme menjadi perintah ajaran Manusiadan Kebutuhan Doktrin Agama Manusia merupkan makhluk paling sempurna yang dianugerahi Allah SWT, berupa kesempurnaan fisik dan kepintaran akal. Untuk itu secara naluri, manusia sadar bahwa terdapat kekuatan Maha Besar sebagai tempat meminta pertolongan dan perlindungan. Pengantarstudy islam-manusia dan kebutuhan terhadap agama. Lutfiah Damayanti. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF Package. This Paper. A short summary of this paper. 37 Full PDFs related to this paper. Read Paper. KompetensiSpiritualitas Manusia Beragama dalam Teori Humanistik. Berbicara teori humanistik, berarti mengenal tokoh yang diambil dari kelompok ini yakni Abraham Maslow. Dalam pandangan Maslow, sebagaimana dijelaskan Djamaludin Ancok dan Fuat Nashori Suroso (1995: 74), bahwa semua manusia memiliki perjuangan atau kecenderungan yang dibawa Seringkaliatasan menempatkan bawahan hanya sebagai 'barang/milik' yang bisa diperlakukan semaunya, dan bukan sebagai sesama manusia. Atasan merasa dengan uang dan kekuasaan yang dimilikinya, ia bebas memperlakukan bawahannya sekehendak hatinya. Hal ini pun menjadi perhatian Paulus dalam bacaan kita hari ini. AG A M A. Agama merupakan seperangkat kepercayaan, doktrin, dan norma-norma yang dianut dan diyakini kebenarannya oleh manusia. Keyakinan manusia tentang agama, diikat oleh norma-norma dan ajaran-ajaran tentang cara hidup manusia yang baik, tentu saja dihasilkan oleh adanya pikiran atau perilaku manusia dalam hubungannya dengan kekuasaan yang Agamadiasumsikan sebagai institusi yang mampu mewadahi kebutuhan-kebutuhan psikis manusia, karena di dalam agama memberikan ajaran-ajaran yang sekiranya mampu menjawab persoalan-persoalan yang sulit untuk dipecahkan dalam pandangan sains sebagai wakil dari modernitas, semisal pembuktian adanya hari akhirat. Seseorang akan dapat Sehinggaagama memiliki fungsi manifest merupakan fungsi yang tampak secara nyata, di antaranya: Adanya pola-pola keyakinan (doktrin) yang menentukan sifat hubungan, baik antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun hubungan antara sesama manusia. Adanya upacara ritual yang melambangkan suatu pola keyakinan (doktrin) dan mengingatkan Manusiadan Kebutuhan Terhadap Agama : Pengertian, Fungsi, dan Doktrin MANUSIADAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA a. Definisi Agama b. Agama dan Perkembangannya c. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama d. Fungsi Agama dalam Kehidupan e. Rasa Ingin Tahu Manusia (H uman Quest for Knowledge) Materi Pembelajaran Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan VIII. RUANG LINGKUP STUDI ISLAM a. Bidang Agama JurnalMasyarakat dan Budaya, Volume 8 No. 2 Tahun 2006 141 AGAMA DAN KONFLIK SOSIAL Muhamad Hisyam dan agama dapat dipakai untuk menjelaskan konflik, karena faktor- bahwa agama bukan hanya wahyu, doktrin, dan ajaran melainkan terkait dengan semua aspek kehidupan manusia. Katakanlah, misalnya Qur’an dan Bibel tidak akan punya 9d6BcO. 0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesOriginal Titlemanusia dan kebutuhan doktrin agamaCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPPT, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views6 pagesManusia Dan Kebutuhan Doktrin AgamaOriginal Titlemanusia dan kebutuhan doktrin agamaJump to Page You are on page 1of 6 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 5 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Agama sangatlah penting dalam kehidupan manusia. Demikian pentingnya agama dalam kehidupan manusia, sehingga diakui atau tidak, sesungguhnya manusia sangatlah membutuhkan agama. Dan sangat lah dibutuhkannya agama oleh manusia, tidak saja dimasa primitif dulu sewaktu ilmu pengetahuan belum berkembang, tetapi juga di zaman modern sekarang sewaktu ilmu dan teknologi telah sedemikian lah yang telah membimbing kita kepada moral, prilaku dan cara hidup yang diridhai oleh Allah. Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur'an bahwa orang yang patuh kepada agama akan berada di jalan yang benar, sedangkan Al-Qur'an memandang manusia sebagaimana fitrahnya yang suci dan mulia, bukan sebagai manusia yang kotor dan penuh itu, kualitas, hakikat, fitrah, kesejatian manusia adalah baik, benar, dan indah. Tidak ada mahluk di dunia ini yang memiliki kualitas dan kesejatian semulia itu, kewajiban untuk memahami, dan mengamalkan agama secara benar adalah tuntutan bagi setiap manusia. Baca juga 4 Fungsi Agama bagi Kehidupan Bermasyarakat Khususnya Islam, islam menganjurkan manusia yang memeluk agama islam itu secara menyeluruh tidak setengah-setengah, sehingga dengan kondisi seperti itulah rasa keyakinan kita terhadap agama yang kita anut perlu dimaksimalkan dengan mencari tau sungguh-sungguh, artinya didalam agama islam ada pondasi yang sangat mendasar yaitu pemahaman islam terdapat, konsep bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah, fitrah dalam hal ini berarti bayi dilahirkan dalam keadaan suci, tidak memiliki dosa apapun. Seseorang yang kembali kepada fitrahnya, mempunyai makna ia mencari kesucian dan keyakinan yang asli, sebagaimana pada saat ia fitrah adalah sesuatu yang netral pada jiwa tidak terikat oleh keinginan dan keperluan duniawi, fitrah hanya punya satu tujuan yaitu selalu ingin kembali kepada Tuhan penciptanya. Sedangkan pendapat Ibnu Katsir dalam kitab Mukhtashar Tafsir Ibn Katsir II. Didalam nya membahas ayat alqur'an tersebut, ibn katsir menegaskan bahwa manusia memiliki fitrah beragama adalah sesuai dengan fitrah manusia. Sebab itu, orang-orang yang mengingkari agama adalah membohongi hati nuraninya sendiri, hal ini dibuktikan dari banyak peristiwa-peristiwa dimana orang-orang yang katanya anti agama, atau tidak percaya adanya Tuhan, pada saat-saat mereka mengalami kesulitan atau diwaktu mereka hampir mati, barulah mereka menyebut-nyebut nama Tuhan. Ada hadist yang membahas tentang pentingnya agama bagi manusia karena sebagai mahluk yang dianugerahi akal, manusia cenderung mencari hakikat dirinya diatas muka bumi juga Fungsi Agama dan Hubungan dengan Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia Saat Pandemi Covid-19Salah satu nya hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari, yaitu sebagai berikut"Dari Az-Zuhri dia berkata; telah menggambarkan kepadaku Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah radliallahu'anhu berkata; Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda'seorang bayi tidak dilahirkan ke dunia ini melainkan ia berada dalam kesucian fitrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang akan membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, ataupun Masuji sebagaimana hewan yang dilahirkan dalam keadaan selamat tanpa cacat. Maka, apakah kalian merasakan cacat?' BUKHARI 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Manusia merupkan makhluk paling sempurna yang dianugerahi Allah SWT, berupa kesempurnaan fisik dan kepintaran akal. Untuk itu secara naluri, manusia sadar bahwa terdapat kekuatan Maha Besar sebagai tempat meminta pertolongan dan perlindungan. Dari situ kita sadar bahwa kita adalah makhluk yang lemah, meskipun diberikan berbagai kelebihan dibanding makhluk lain. Setiap manusia lahir dalam keadaan lemah dan tidak berdaya, serta tidak mengetahui sesuatupun. Sesuai firman Allah SWT dalam Q. S. An Nahl 16 78 Artinya "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun. Dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur". Dalam keadaan lemah, manusia senantiasa dipengaruhi oleh berbagai macam godaan dan rayuan. Godaan yang muncul bisa dari dalam diri ataupun dari luar, berupa kebaikan Malak Al Hidayah ataupun keburukan Malak Al Ghiwayah. Disinilah peran agama dalam kehidupan manusia, yaitu membimbing manusia ke jalan yang benar agar terhindar dari kejahatan atau kemungkaran. Agama merupakan risalah yang disampaikan Allah SWT kepada para nabi-Nya untuk memberi peringatan kepada manusia. Memberi petunjuk sebagai hukum-hukum sempurna untuk dipergunakan manusia dalam menyelenggarakan tata hidup yang nyata. Mengatur tanggung jawab kepada Allah SWT, kepada masyarakat dan alam sekitarnya. Agama adalah kebutuhan umat manusia, karena didalamnya terdapat sumber ajaran mengenai berbagai segi kehidupan manusia. Agama mengajarkan kehidupan yang dinamis dan progresif, serta menghargai akal pikiran melalui pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengajarkan manusia untuk bersikap seimbang dalam memenuhi kebutuhan material dan spiritual. Agama juga mengembangkan kepedulian sosial, menghargai waktu, bersikap terbuka, demokratis, berorientasi pada kualitas, mengutamakan persaudaraan, dan berakhlak mulia. Menurut Malik Bennabi, agama adalah “katalisator” yang selalu hadir dibalik kelahiran suatu peradaban. Contohnya, “kita dapat menjumpai kota-kota tanpa dinding, tanpa raja, tanpa peradaban, tanpa literatur, atau tanpa gedung teater, tapi seseorang tidak pernah menjumpai sebuah kota tanpa tempat-tempat peribadatan atau penganut-penganut agama. Sementara Henri Bergson 1859-1941, juga menulis ide yang sama, bahwa “kita jumpai di masa lampau dan sekarang, masyarakat tanpa sains, tanpa seni, tanpa filsafat, tapi kita tidak pernah menjumpai sebuah masyarakat tanpa agama” Karena agama “adalah fenomena universal dan sudah ada sejak lama dalam sejarah kehidupan manusia, mulai dari pemujaan patung-patung dan kepercayaan-kepercayaan yang paling primitif hingga Islam yang bertauhid. A. KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP AGAMA Menurut Malik Bennabi, fenomena beragama adalah fenomena yang sudah ada sejak lama sebagai karakteristik manusia, dari manusia yang sangat primitif sampai manusia yang sudah memiliki peradaban tinggi. Manusia digambarkan sebagai homo religiosus makhluk beragama. Sehingga agama bukan hanya sebagai aktifitas spiritual manusia, tetapi ia adalah fitrah universal yang tidak pernah luput dalam sejarah suatu bangsa baik masa lampau, sekarang, maupun yang akan datang. Secara naluri, manusia mengakui kekuatan dalam kehidupan ini di luar dirinya. Ini dapat dilihat ketika manusia mengalami kesulitan hidup, musibah, dan berbagai bencana. Ia mengeluh dan meminta pertolongan kepada sesuatu yang serba maha, yang dapat membebaskannya dari keadaan itu. Naluriah ini membuktikan bahwa manusia perlu beragama dan membutuhkan Sang Khaliknya. Al-Quran telah menjelaskan agama sebagai fitrah manusia, seperti yang terdapat dalam Ar Ruum 30 30, yang artinya "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Beberapa faktor yang menyebabkan pentingnya agama sebagai kebutuhan manusia adalah sebagai berikut Faktor Kondisi Manusia Kondisi manusia terdiri dari dua unsur, yaitu unsur jasmani dan rohani. Untuk menumbuhkan dan mengembangkan kedua unsur tersebut, maka harus diberi perhatian khusus dan seimbang. Unsur jasmani membutuhkan pemenuhan yang bersifat fisik atau jasmaniah, seperti makan-minum, olah raga, bekerja dan istirahat yang seimbang, dan segala aktifitas jasmani yang dibutuhkan. Unsur rohani membutuhkan pemenuhan yang bersifat psikis mental, diantaranya pendidikan agama, budi pekerti, kasih sayang, dan segala aktifitas rohani yang dibutuhkan. Faktor Status Manusia Status manusia adalah sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna, jika dibandingkan makhluk lain. Allah SWT menciptakan manusia lengkap dengan segala kesempurnaan, yang menjadikan manusia sebagai satu-satunya makhluk yang mempunyai kesempurnaan akal dan pikiran, hati nurani, kemuliaan, dan berbagai kelebihan lainnya. Dengan kesempurnaan yang dimiliki, Allah SWT menempatkan kita pada permukaan yang paling atas dalam garis horizontal sesama makhluk. Dengan akalnya, manusia mengakui adanya Allah SWT. Dengan hati nuraninya, manusia menyadari bahwa dirinya tidak lepasdari pengawasan dan ketentuan Allah SWT. Dan dengan agama, manusia belajar mengenal Tuhannya dan belajar cara berkomunikasi dengan sesamanya. Faktor Struktur Dasar Kepribadian Manusia Dalam teori psiko-analisis Sigmun Freud, struktur dasar kepribadian manusia terdiri dari tiga aspek, yaitu * Aspek Das es Aspek Biologis aspek ini merupakan sistem yang orisinal dalam kepribadian manusia yang berkembang secara alami dan menjadi bagian yang subjektif yang tidak mempunyai hubungan langsung dengan dunia objektif. * Aspek Das ich Aspek Psikis timbul karena kebutuhan organisme untuk hubungan baik dengan dunia nyata. *Aspek das uber ich Aspek Sosiologis mewakili nilai-nilai tradisional serta cita-cita masyarakat. B. FUNGSI AGAMA DALAM KEHIDUPAN Secara terperinci agama memiliki peranan yang bisa dilihat dari beberapa aspek. Diantaranya adalah aspek keagamaan religius, kejiwaan psikologis, kemasyarakatan sosiologis, asal usulnya antropologis dan moral ethics. Dari Aspek Keagamaan Religius Agama menyadarkan manusia, tentang siapa penciptanya. Secara Asal usul Antropologis Agama memberitahukan kepada manusia tentang siapa, darimana, dan mau kemana manusia. Dari segi Kemasyatakatan Sosiologis Sarana-sarana keagamaan sebagai lambang-lambang masyarakat yang kesakralannya bersumber pada kekuatan yang dinyatakan berlaku oleh seluruh anggota masyarakat. Dan fungsinya untuk mempertahankan dan memperkuat rasa solidaritas dan kewajiban sosial. Secara Kejiwaan Psikologis Agama bisa menenteramkan, menenangkan, dan membahagiakan kehidupan jiwa seseorang. Dan secara Moral Ethics, agama menunjukkan tata nilai dan norma yang baik dan buruk, dan mendorong manusia berperilaku baik akhlaq mahmudah. C. RASA INGIN TAHU MANUSIA Human Quest for Knowledge Manusia lahir tanpa mengetahui sesuatu ketika itu yang diketahuinya hanya ”saya tidak tahu”. Tapi kemudian dengan panca indra, akal, dan jiwanya sedikit demi sedikit pengetahuannya bertambah, dengan coba-coba trial and error, pengamatan, pemikiran yang logis dan pengalamannya ia menemukan pengetahuan. Namun demikian keterbatasan panca indra dan akal menjadikan sebagian banyak tanda tanya yang muncul dalam benaknya tidak dapat terjawab. Hal ini dapat mengganggu perasaan dan jiwanya, dan semakin mendesak pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin gelisah ia apabila tak terjawab. Hal inilah yang disebut dengan rasa ingin tahu manusia. Manusia membutuhkan informasi yang akan menjadi syarat kebahagiaan dirinya. D. DOKTRIN KEPERCAYAAN AGAMA Perlu dipahami bahwa dalam menjalankan fungsi dan mencapai tujuan hidupnya, manusia telah dianugerahi oleh Allah SWT dengan berbagai bekal seperti naluri insting, pancaindra, akal, dan lingkungan hidup untuk dikelola dan dimanfaatkan. Fungsi dan tujuan hidup manusia adalah dijelaskan oleh agama dan bukan oleh akal. Agama justru datang karena ternyata bekal-bekal yang dilimpahkan kepada manusia itu tidak cukup mampu menemukan apa perlunya ia lahir ke dunia ini. Agama diturunkan untuk mengatur hidup manusia. Meluruskan dan mengendalikan akal yang bersifat bebas. Kebebasan akal tanpa kendali, bukan saja menyebabkan manusia lupa diri, melainkan juga akan membawa kepada jurang kesesatan, mengingkari Tuhan, tidak percaya kepada yang gaib dan berbagai akibat negatif lainnya. Yang istimewa pada doktrin agama ialah wawasannya lebih luas. Ada hal-hal yang kadang tak terjangkau oleh rasio dikemukakan oleh agama. Akan tetapi pada hakikatnya tidak ada ajaran agama yang benar bertentangan dengan akal, oleh karena agama itu sendiri diturunkan hanya pada orang-orang yang berakal. Maka jelas bahwa manusia tidak akan mampu menanggalkan doktrin agama dalam diri mereka. Jika ada yang merasa diri mereka bertentangan dengan agama maka akalnya lah yang tidak mau berpikir secara lebih luas. SUMBER REFERENSI 1 Drs. M. Yatimin, Studi Islam Kontemporer 2 Prof. Dr. Amin Syukur, Pengantar Studi Islam 3 Al Qur'an dan Terjemah 4 Dr. Usman Syihab, Membangun Peradaban dengan Agama 5 Hardianto Prihasmono Ebook Ringkasan Shahih Bukhori Manusia dan Kebutuhan Terhadap Agama Pengertian, Fungsi, dan Doktrin Manusia dan kebutuhan Terhadap agamaManusia dan Kebutuhan Terhadap Agama Pengertian, Fungsi, dan Doktrin Manusia dan kebutuhan Terhadap agamaManusia sebagai makhluk hidup mempunyai kebutuhan dalam kehidupan baik itu kebutuhan jasmani maupun rohani. Dan Manusia sangat memerlukan agama sebagai pegangan hidup dan untuk menyadarkan manusia agar mengenal dirinya siapa dia, darimana dia dan mau kemana dia. Adapun doktrin/kepercayaan dalam Agama yaitu Iman kepada Allah Swt, mustahil menemukan zat Allah, Argumen keberadaan Allah, percaya kepada Malaikat, Kitab, dan Rasul-Nya. Agama itu berfungsi untuk menjaga kebahagiaan hidup. Memberi pandangan dunia kepada manusia. Menjawab berbagai pertanyaan yang tidak mampu dijawab oleh manusia. Agama memang menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada tuhan dengan menjalankan ajaran-ajaran agamanya. Agama membawa kewajiban-kewajiban yang kalau tidak dijalankan oleh seseorang akan menjadi utang baginya. Manusia merupakan ciptaan Allah SWT yang diciptakan dari saripati tanah untuk menjadi makhluk yang paling sempurna yang memiliki berbagai kemampuan. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain mampu mewujudkan segala keingina dan kebutuhannya dengan kekuatanakal yang dimilikinya. Dalam berkehidupan, manusia butuh tuntutan dari agama agar dapat hidup lebih baik. Seperti makhluk-makhluk lainnya, manusia memiliki dua fungsi yaitu individu dan sosial. Dalam fungsi sebagai makhluk individu manusia memiliki hak untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, misalnya pendidikan, kesehatan, kebahagiaan dan sebagainya. Sedangkan secara sosial manusia memerankan fungsinya sebagai makhluk sosial yang hidup dan berinteraksi. Agama merupakan suatu ciri kehidupan sosial manusia yang universal, dalam arti bahwa semua masyarakat mempunyai cara-cara berpikir dan pola-pola perilaku yang memenuhi syarat untuk disebut sebagai agama. Rasa ingin tahu dan rasa takut yang ada dalam diri manusia mendorong rasa tumbuh keagamaan dalam diri manusia. Manusia merasa berhak untuk mengetahui siapa yang menciptakannya dan apa yang mesti ia lakukan di dunia dan akhirat yang merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut adalah agama. Oleh karena itu, agama sangatlah berperan penting dalam kehidupan manusia. Agama juga merupakan institusi masyarakat dalam bidang kepercayaan dan keyakinan. Pada aspek inilah manusia memiliki tingkat emosional yang tinggi dalam kepemilikannya. Mengingat begitu pentingnya peranan agama dalam kehidupan manusia, maka studi terhadap agama adalah hal yang signifikan. Kekeliruan dalam memahami apa itu agama akan membuat kita kehilangan substansi dai makna agama baik dari dalam islam maupun luar. Selanjutnya kita akan dapat mengklasifikasikan agama sesuai dengan keragaman model keyakinan manusia tersebut. Sementara itu perlu digali sejauh mana manusia memiliki kebutuhan terhadap agama itu sendiri.

manusia dan kebutuhan doktrin agama